10 Tips Menulis Cerita


Gak sengaja dapet file ini setelah bongkar-bongkar folder di laptop.

10 langkah menulis cerita oleh A.S. Laksana. Dulu juga pernah di-twit sama penulis sekaligus editor Raditya Dika, Windy Ariestanty.

Sengaja aku posting di sini. Karena selain berbagi, juga sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu file-nya hilang atau laptop rusak (aduh, amit-amit.. -_- )

Yuk mari, disimak ;)

1. Bacalah

Membaca sangat penting untuk setiap orang yang ingin menulis. Ini bukan hanya memberi motivasi dan inspirasi, tetapi juga membantu kita memahami bagaimana penulis lain memikat pembaca. Juga bagaimana menerapakan gaya mereka. Dari sana kita bisa membangun gaya bertutur kita sendiri.

2. Mendapatkan ilham.

Bagi penulis yang sudah jago, ilham tampaknya datang begitu saja di setiap saat. Bagi penulis baru? Jangan khawatir, ilham bisa didapat dimana-mana. Banyak hal sederhana yang bisa menginspirasi. Ini hanya persoalan ‘cara melihat’.

3. Rumuskan konsep cerita kita.

Ini tentang ‘apa’ yang ingin kita sampaikan.

4. Tentukan peristiwa kunci.

Tulislah daftar peristiwa kunci yang akan terjadi dalam cerita kita. Tulis karakter-karakter yang akan menghidupkan cerita. Tidak harus detail, ini hanya sketsa kasar jalannya cerita.

5. Pahami karakter-karakter dalam cerita yang akan kita buat.

Menulis cerita kira-kira sama dengan menyampaikan sebuah peristiwa yang dialami oleh ‘seseorang’ atau ‘beberapa orang’. Jikan anda kenal betul dengan orang itu, cerita kita akan meyakinkan. ‘Seseorang’ dalam cerita kita adalah tokoh yang kita ciptakan.

Kenali tokoh itu sedalam-dalamnya dan kita akan bisa menuturkan cerita yang menarik tentangnya. Bikinlah tokoh kita masuk akal tapi menyimpan misteri.

6. Buatlah pembukaan yang baik.

Pembukaman harus menarik karena kita harus memikat pembaca dari awal hingga akhir cerita. This is the power of first paragraph. Pelajari paragraf pertama dari banyak cerita yang kita baca. Apa yang membuat kita tertarik untuk terus membaca?

7. Bangunlah plot yang memikat.

Sejak permulaan, sodorkan peristiwa yang akan segera melahirkan persoalan atau konflik bagi karakter utama. Perbesar konflik selama cerita berjalan. Ini akan membuat pembaca kita dengan senang hati melahap cerita sampai habis.

8. Gunakan dialog.

Dialog sangat penting untuk menghidupkan cerita. Gunakan dialog untuk memperkuat cerita dan menghidupkan karakter. Jangan menggunakannya sebagai cara memanjang-manjangkan cerita.

9. Tulislah cepat-cepat.

Kita harus cepat menyelesaikan cerita sebelum kehilangan mood. Kalau terlalu lama manyun di satu cerita, kita sendiri akan bosan dan kelelahan.

10. Edit and revise it.

Cerita kita sudah selesai. Simpan barang seminggu, tulis lagi cerita baru. Setelah +/- 1 minggu, tiba saatnya mengedit cerita lama. Perbaiki sebagus-bagusnya. Baik juga, meminta teman untuk membaca cerita kita. Mereka biasanya lebh jeli melihat kesalahan. Tak usah cemberut jika mereka mengkritik.

Selamat menulis… ☺

Advertisements

2 thoughts on “10 Tips Menulis Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s