Jatuh Cinta Diam-Diam


 
 

Mencintai tanpa pernah bisa mengungkapkan itu lebih menyakitkan daripada sekedar patah hati karena ditolak atau ditinggal kawin mantan. *nguik*

Gak percaya? Coba saja! -___-

Dulu waktu SMA, aku pernah merasakan hal yang sama. Jatuh cinta pada seorang kakak kelas hingga menyewa ‘detektif’ untuk menyelidikinya. Mencari tahu semua tentang dia, hingga hafal semua tentang dia. Tapi sedikit pun aku tak pernah bisa mengungkapkan. What a loser I am? Waktu itu aku masih berpikir ‘aku cewek, kalo aku ngungkapin duluan mau ditaruh mana nih muka?’ hahaha

Dan akhirnya, selepas dia lulus SMA, dan aku duduk di bangku kelas 3, aku mendengar kabar bahwa dia sudah punya pacar. Sakit hati? Ya! Patah hati? Juga iya. Tapi anehnya, aku terkesan sedikit santai menanggapi kabar itu Yah, mau gimana lagi, dia juga tak pernah tau kalau aku menyukainya. Lalu, dengan mudahnya ku ikhlaskan dia pada perempuan itu.

Sama seperti saat aku mencintai sahabat masa kecilku. Dan bahkan yang ini lebih parah lagi. Dekat bahkan sangat dekat. Tapi apa lacur keinginan untuk mempertahankan sebuah persahabatan yang dibina selama 17 tahun nyatanya lebih besar dari rasa ingin memiliki cintanya. Dan aku pun hanya bisa bungkam selama 3 tahun, tak pernah bisa mengungkapkan semua padanya. *sigh*

Beranjak dewasa, aku semakin menikmati kebiasaan baruku yaitu, mengamati kehidupan sekitar. :D Well, faktanya, bukan aku saja yang pernah jatuh cinta diam-diam. \m/

Rata-rata hampir sama seperti yang aku alami dulu. Mencari fakta sebanyak-banyaknya tentang ‘target’. Mulai dari nama ortu, nama dan jumlah saudaranya. Orang mana, kebiasaannya apa, dulu sekolah dimana, hobinya apa dan riwayat percintaannya dulu. -___-

Akhirnya, semuanya sama saja. Tak bisa memiliki atau memang tak pernah ditakdirkan untuk memilki. Hanya ditakdirkan untuk menikmati rasa cinta yang tak terbalas.

Pada akhirnya,orang yang jatuh cinta diam diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh diam diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.

_“Marmut Merah Jambu” by Raditya Dika_

Advertisements

2 thoughts on “Jatuh Cinta Diam-Diam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s