Happy Birthday

Rasanya, seperti baru kemarin aku melihatmu tumbuh di sebuah kota megapolitan di jantung Eropa. Aliran peluh—yang membentuk anak-anak sungai—di wajahmu belum sepenuhnya mengering. Wajahmu yang lugu berbanding lurus dengan hening yang sering kamu ciptakan.

Semua terasa berjalan begitu cepat. Sama cepatnya dengan berlalunya waktu yang memaksaku untuk tumbuh dan melepas masa remajaku yang ceria. Secepat waktu yang membuatku lupa bahwa kamu pernah hadir di sini—mengisi satu ruang kosong di hati. Continue reading “Happy Birthday”