Hujan Seperti Ini


Hujan seperti ini…
Di sebuah kedai kopi, aku menepi. Memandangi jarum-jarum kecil yang tersorot lampu-lampu jalan―serupa percikan kembang api di malam tahun baru. Menikmati tetesan dingin menampar pipiku perlahan. Dingin, tapi damai. Sedamai mimpi indah bersamamu.

Hujan seperti ini…
Situasi yang membuatku semakin ingin berlari dan memelukmu. Memangkas rentang waktu yang teramat panjang agar bisa secepatnya bersamamu.

Tak akan ada hal yang lebih membahagiakan selain membayangkan saat di mana kita mengikat janji. Lalu membangun sebuah rumah untuk hati. Berdua. Bersama.

Hujan seperti ini…
Yang membuatku berkhayal tentang betapa indahnya menjalani hidup bersamamu. Duduk berdua menikmati hujan. Menyesap secangkir kopi panas yang berbaur dengan aroma manis tubuhmu.

Dan kita akan berbincang tentang kenangan masa remaja kita. Mengupas habis pertandingan sepakbola yang telah berakhir malam sebelumnya. Berdebat kecil tentang siapa yang lebih pantas menang.

Hujan seperti ini..
Yang membuatku tak pernah letih aku membayangkan rupamu. Kerasnya rahang, lengkungan senyum dan ketinggian hidungmu―juga luasnya samudera di matamu.

Aku tak lagi terlalu berharap kamu memiliki wajah yang rupawan, karena aku seorang pencemburu. Aku tak berharap kamu adalah seseorang yang sempurna, karena aku tak pernah luput dari salah.

Tapi bolehkah aku sedikit berharap padamu? Berharap kamu memiliki kesetiaan yang sama seperti seorang Rafa―satu dari beberapa orang yang kukagumi. Dan semoga kamu juga sudi membubuhkan nama itu di antara segaris nama anak kita nanti.

Hujan seperti ini…
Yang membuatku berharap agar secepatnya kamu menemukanku. Menjemputku untuk pulang ke hatimu. Entah kapan saat itu tiba. Mempertemukan kita di jalan yang sama. Lalu memberi lebih banyak waktu untuk berdua.

Hujan seperti ini…
Yang membuatku bersabar menunggu kehadiranmu. Aku takkan pernah letih. Aku takkan lagi mengeluh.

Siapapun kamu dan seperti apapun rupamu nanti, aku tidak tahu―tidak pernah. Aku tidak lagi peduli. Yang aku tahu, kamu adalah yang terbaik yang Dia ciptakan untuk menemani sisa hidupku. Kamu yang akan menyempurnakan hidupku dengan cara yang tidak pernah kita tahu

Semoga waktu tak pernah bosan menuntun kita untuk bertemu di jalan yang telah ditentukan-Nya.

Untuk kamu yang juga menunggu waktu bertemu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s