Sedikit Cuap-Cuap


Menulis itu menyembuhkan.

Mulai sekarang aku memutuskan untuk kembali tenggelam dalam kebiasaan lama yang kutinggalkan. Bukan hanya menulis fiksi, seperti yang kulakukan tiap malam sembari bergulat dengan letih, kali ini―yang entah gagasan dari mana―aku akan menulis untuk kamu.

Ah ya, kamu. Kamu yang sampai saat aku membubuhkan titik terakhir untuk tulisan ini, belum kukenal. Mungkin lebih tepatnya, belum kutemukan siapa dirimu. Bisa saja aku sudah mengenalmu sejak lama. Bisa saja kamu adalah orang yang pernah kusakiti atau mungkin aku benci. Atau bisa juga kita belum saling mengenal sebelumnya.

Tapi apapun yang terjadi dulu atau sekarang, aku yakin kamu sudah bisa melupakannya saat membaca ini. :P

Silakan sebut aku terlalu percaya diri. Aku tidak akan marah, terlebih saat kamu membaca ini mungkin…

Hmmm, sudahlah. Anggap saja ini salah satu cara untuk mengenalku lebih jauh lagi. Karena satu dari beberapa hal yang aku takutkan adalah menjadi lupa. Dan aku tidak bisa menghindar dari kebiasaan. Lagi pula, siapa yang bisa menjamin bahwa aku akan mudah mengingat setiap detil kejadian dalam jangka waktu yang lama?

Begini… Selama ini aku berpikir bahwa begitu banyak gagasan atau pikiran-pikiran absurd yang menguap begitu saja. Beberapa di antaranya pernah kupendam dalam waktu lama tanpa sempat berbagi, bahkan dengan teman terdekat sekalipun.

Jadi dengan kata lain, aku menjadikanmu teman bicara―yang tetap saja untuk saat ini masih fiktif. Ah, satu lagi. Teman diskusi satu arah. :P

Bingung? Ya, sama. Aku juga.

Sepertinya aku mulai menemukan banyak alasan di balik semua yang akan kulakukan. Menulis untuk kamu―yang tidak atau belum kutemukan―setiap hari. Bercerita apa saja tanpa ada beban. Lagi pula kamu tidak bisa protes apa-apa. :P

Selain itu… Aku anggap saja ini sebagai latihan. Latihan menulis secara lebih rutin.

Mulai hari ini, aku akan berusaha. Mengatakan apa saja. Memuntahkan setiap pikiran―entah sedih, kecewa, bahagia, kagum dan apapun itu―di sini.

Selamat sore… :)

Jember, 20 Mei 2011

*PS: Kamu harus tahu bahwa aku tidak suka berjanji. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s