Musim Panas dan Imaji


Hei, sepertinya sudah lama sekali setelah hari terakhir bicara. Tiga hari berlalu tanpa sapa. Tiga hari yang berlalu tanpa kabar berita Dan sekarang, aku punya banyak hal yang ingin kuceritakan. Tapi entahlah, mungkin aku tidak bisa menceritakan semua—untuk sekarang, mungkin.

Intinya, aku letih. Ada satu hal yang membuat kepalaku terasa pening, meski aku sendiri tahu itu tidak penting dan tidak ada hubungannya denganku. Aneh dan sedikit gila. Saat aku mencoba untuk tidak lagi memikirkan hal itu, pikiranku justru semakin kusut. Dan ini sama sekali tidak meyenangkan. Tidak menyenangkan saat harus tahu, juga saat harus menceritakan ulang.

Kalau boleh memilih, aku tidak akan memilih untuk menceritakannya. Jangan marah, toh aku sudah bercerita di beberapa tulisanku sebelum hari ini. Meski tidak secara gamblang, kupikir itu sudah cukup.

Yah, sedikit diamku akan membawa damai—paling tidak untuk diriku sendiri. Sudahlah…

Hari ini mungkin merupakan awal dari musim kemarau—atau lebih baik jika kita menyebutnya musim panas :P. Bisa ditebak, hari-hari yang gerah dan matahari yang seperti tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan energi. Aku tidak terlalu menyukainya. Karena terus terang saja, aku lebih suka hujan yang terkesan lebih romantis dan mellow.

Yang aku suka dari musim panas adalah aku bisa kembali menikmati senja. Matahari pasti akan telat turun di musim seperti ini. Dengan begitu, aku bisa kembali menjadi pemburu senja. Sebutan yang aneh, bukan? :P

Aku masih ingat satu janji untuk memotret sepotong senja untukmu. Mungkin baru minggu depan bisa kulakukan. Nggg, mungkin juga tidak bisa secepat itu. aku masih punya jadwal harian yang terlalu padat. Belum lagi aku harus mencari di mana posisi senja bisa terlihat dengan begitu sempurna—dan ini bukan di rumahku.

Dan, ya, ada satu lagi yang aku suka dari musim panas. Bulan Juli! Terhitung dari sekarang, berarti kurang dari enampuluh hari lagi usiaku akan genap 23 tahun. Berkurang satu tahun usia, sedangkan masih begitu banyak hal belum kulakukan.

Beberapa masih kembali ke masalah mimpi dan harapan. Masih banyak sekali. Dan itu terkadang membuatku merasa pesimis, sebelum akhirnya aku kembali percaya. Semua butuh waktu. Atau paling tidak, aku sudah berusaha untuk itu.

Aku pikir aku tidak bisa bercerita begitu banyak. Aku masih sedikit kalut. Mood-ku masih berantakan. Ada satu pertanyaan yang bergelayutan di pikirku. Itu yang harus kupecahkan segera.

Dan terus terang, aku sudah lelah. Selebihnya, akan kuceritakan besok. aku berjanji.

Selamat malam… :)

Selama masih ada imajinasi, kupikir hidupku masih bisa baik-baik saja. Tapi apa artinya imajinasi tanpa inspirasi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s