Kamu Di Atas Selembar Kertas


Mungkin aku masih bisa berbagi seperti beberapa bulan yang lalu. Tapi aku lupa, pilihan yang telah kubuat membuat kita sampai jalan yang tidak pernah lagi sama―aku masih di tempat yang sama, sedang kamu telah berjalan jauh ke depan.

Tempat yang sama itu benar-benar membuatku sedikit jengah dan setelahnya menjadi semakin tidak peduli. Tidak peduli tentang kamu.

Hingga akhirnya aku benar-benar menyadari, ada perbedaan yang begitu mencolok dari saat-saat kita bersama. Hampa yang menyusup di antara selipan canda. Puisi-puisi dan prosa-prosa kecil tanpa nyawa. Juga gemeretak jemari yang nyaris tidak pernah terdengar di pagi-pagi setelah itu.

Aku menyerah berhadapan dengan lembaran-lembaran kosong itu. Walau akhirnya aku berhasil meyakinkan diri, aku masih bisa berbagi meski tanpa kamu. Dan waktu membenarkan, aku masih bisa menulis apa saja, tapi tidak bisa menulis tentang cinta. Karena semua yang berbau cinta hanya berhubungan dengan kamu. Karena semua yang mengandung kata cinta selalu bermuara pada satu nama.

Namamu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s