Kalau

Mungkin saat ini kamu tengah duduk menghadap ke luar jendela sembari menopang dagu. Menatap titik-titik embun, yang menempel di kaca jendela, mencair dan kemudian membentuk aliran sungai kecil di sana.

Mungkin juga kini kamu tengah membenamkan wajahmu di atas bantal, mengumpat dengan gumpalan perasaan menyakitkan di hati. Kamu bersedih, dan kamu berduka.
Continue reading “Kalau”

Jarak

Sabtu pagi. Kurasa, aku tak perlu lagi memikirkan bagaimana harus kulewati malam nanti. Aku pun tidak perlu uring-uringan jika kamu tidak menelepon atau mengirimiku pesan berisi sebuah ajakan.

Kamu tidak perlu merasa bersalah. Aku pun tidak akan lagi mempermasalahkan jika nanti kamu tidak pulang dan mengetuk pintu rumahku. Continue reading “Jarak”

Unsent Letters

I’ll write to you. A super-long letter, like an-old-fashioned novel. ~ Haruki Murakami

Beberapa saat lalu, aku menulis satu surat untuk kamu. Satu surat penuh keluh kesah.

Di sana, aku menulis tentang satu kegelisahan yang tiba-tiba menyergap hanya karena hal sepele. Sebuah cerita absurd yang tidak mau aku bagi dengan orang lain. Dengan kata lain, aku cuma ingin kamu yang tahu.
Continue reading “Unsent Letters”

Random

Seperti kemarin-kemarin, masih ada banyak cara untuk melepas sedikit dari akumulasi rasa membebani jiwaku hari ini: menanti matahari terbit sembari meneguk secangkir cappucinno hangat, sepotong brownies bertabur keju, mendengar alunan lembut suara Adam Young, juga menjelajah dunia maya.

But, for me, the best way to get these feeling out is to write an unsent letter…

Continue reading “Random”

Learning to Say Goodbye

Aku tidak pernah berhenti memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Di antara kita, hanya ada dua pilihan: tetap bersama atau memutuskan untuk berpisah saat sampai di persimpangan. Aku bilang, pilihan akan selalu ada di tanganmu.

Saat kemarin lalu kamu memutuskan untuk tetap tinggal, aku merasa bahagia. Karena setidaknya kita akan tetap berada di jalur sama dalam rentang waktu yang tidak pernah kita tahu. Tapi kamu tentu tahu, di antara senangku ada rasa getir setiap memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadinya: kamu pergi.
Continue reading “Learning to Say Goodbye”