Footprints

Aku pernah bilang, sepertinya akan sulit untukku menghilangkan kamu dari pikirku―orang yang tidak pernah kutemui meski sekali seumur hidup. Ketika delapan tahun setelah hari itu, orang yang datang untuk mengisi tempat kosong yang kamu tinggalkan pun tidak pernah mampu membuatku lupa.

You can love many, but there will only be one you love the most. ~ Bones

Sama seperti kehilangan. Seseorang mungkin pernah merasakan kehilangan yang sama lebih dari sekali, tapi hanya akan ada satu kehilangan yang akan tetap membekas dan masih terasa menyakitkan.
Continue reading “Footprints”

Oktober Kedua

Oktober kedua. Kurasa aku tidak perlu lagi menghabiskan malam hanya untuk berpikir apakah kamu akan kembali. Aku pun tidak akan lagi menoleh ke belakang untuk melihat apa kamu menyusulku.

Sepertinya aku sudah terbiasa dengan kesendirian ini. Meski dulu aku pernah bilang padamu, aku takut untuk sendiri. Tapi nyatanya, sendiri membuatku sedikit lebih berani. Sendiri membuatku tidak perlu lagi pusing dengan kemungkinan apakah kamu akan marah jika aku terlalu asyik tenggelam dalam duniaku; apakah kamu kecewa jika kamu merasa diabaikan dan dilupakan. Sendiri juga membuatku menyadari satu hal, ada banyak hal yang bisa kulalukan hanya dengan sendiri.
Continue reading “Oktober Kedua”

Jika

Bolehkah jika aku bertanya-tanya tentang satu kesempatan yang belum kita miliki hingga detik ini? Tentang satu pertemuan yang telah lama kudambakan. Antara kamu dan aku.

Aku pernah bermimpi, kamu dan aku berada di satu tempat sama. Kita berdiri berdampingan mengagumi senja yang mulai melumuri langit dengan campuran warna jingga, ungu, biru atau emas. Kita duduk di salah satu kafe di ujung jalan sambil bercerita tentang apa yang telah kita lalui sebelum hari ini tanpa menyadari bahwa cangkir kopi kita sudah mengering sedari tadi.

Hanya kamu dan aku.
Continue reading “Jika”

Memory Is A Funny Thing

“Memory is a funny thing. When I was in the scene, I hardly paid it any mind. I never stopped to think of it as something that would make a lasting impression, certainly never imagined that eighteen years later I would recall it in such detail. I didn’t give a damn about the scenery that day. I was thinking about myself. I was thinking about the beautiful girl walking next to me. I was thinking about the two of us together, and then about myself again. It was the age, that time of life when every sight, every feeling, every thought came back, like a boomerang, to me. And worse, I was in love. Love with complications. The scenery was the last thing on my mind.”

Haruki Murakami, Norwegian Wood

Sekeping Ingatan

Waktu memang sudah jauh berlalu sejak saat itu. Sudah sepuluh tahun yang lalu, dan sedikit pun aku tidak pernah bisa lupa.

Mungkin kamu memang bukan tipe orang yang bisa dengan mudah dilupakan. Atau, mungkin kamu satu di antara segelintir orang yang mampu memberikan satu kesan mendalam untukku.
Continue reading “Sekeping Ingatan”