Ketika Hujan [6]


Karena cinta mungkin seperti hujan. Terkadang ia datang diam-diam, terlalu tiba-tiba. Tanpa ada pertanda apa-apa.

Dan tanpa sempat kausadari, kau akan berlari mencari tempat aman, tempat di mana kau tak perlu basah dan merasa kedinginan. Atau, jika kau cukup berani, kau akan tetap berdiri di bawah derasnya, merasa tiap tetesnya, menunggu hingga ia reda―meski kau setengah berharap, hujan takkan pernah berhenti.

Dan belakangan, aku sadar, aku tengah berlari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s