Lagu


image

Kamu berhenti memutar lagu-lagu bernuansa sendu. Kamu bilang, musik-musik itu sama seperti novel-novel karangan Murakami, seperti candu. Beberapa waktu lalu, saat tanpa sengaja kamu larut di antara nada dan kata, kamu akan langsung mematikan radio, atau menutup buku yang belum separuh kamu baca.

‘Terlalu muram,’ dua kata itu keluar dari bibirmu sesaat setelahnya.

Atau, terlalu dekat. Karena beberapa lagu, dan potongan-potongan kisah yang kita temui dalam buku dan lagu, sebenarnya juga terjadi pada kehidupan kita―entah itu telah, sedang, atau akan terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s