Biru

Hei…

Sedikit kaku, ya? Hanya sedikit memang, namun ini jauh dari apa yang kuharapkan. Maksudku, sebenarnya aku masih ingin menyapamu seperti biasa, menyebut namamu dengan riang, dan mengenangmu tanpa ada sedikit saja rasa sakit. Seperti dulu.

Tapi mungkin itu takkan terjadi. Akan selalu ada yang berbeda. Apa yang kusiapkan jauh-jauh hari: tersenyum manis saat melepas kamu pergi, ternyata hanya menjadi sebuah rencana. Nyatanya, aku menggigit bibir bagian bawah; menampilkan sebuah senyum kaku; serta berharap ini hanya sebuah mimpi buruk, dan ketika nanti aku membuka mata, semua masih berjalan seperti biasa.

Ah, lupakan saja.
Continue reading “Biru”

Up In Flames

So it’s over. This time, I know, it’s gone. Salt water, you tasted it too long. I only know one rule. Now I know, it’s gone.*

Mungkin, sesekali kita memang perlu menciptakan jarak. Sedikit lebih jauh sepertinya akan membuat kita merenungi lagi semua.

Semua. Dan mungkin kita takkan bisa merincinya satu per satu. Tapi yang kita sama-sama tahu, ada beberapa hal yang sebenarnya kita sangkal; keputusan yang terlalu takut untuk kita ambil. Continue reading “Up In Flames”