Kembali ke Hamburg


Halo, Rafa…

Tidak akan ada surat panjang untuk tahun ini. Hanya sebuah catatan kecil yang susah payah kutulis di waktu senggang. Bukankah aku tidak pernah menjanjikan apa-apa padamu?

Sama seperti Hamburg. Kota itu juga tidak pernah menjanjikan kenangan manis itu bakal terulang. Kautahu sekarang, akan selalu ada kisah-kisah berbeda ketika kita kembali menapakkan kaki di tempat yang sama.

Aku tidak akan dan juga tidak ingin membahasnya. Terus terang saja, aku juga merasakan perih sekalipun itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kalian. Aku patah hati dengan cara yang berbeda.

Tapi… ya, selalu ada kata ‘tapi’.

Peristiwa itu tidak mengubah pandanganku tentangmu. Entahlah. Mereka bilang, aku menutup mata akan semuanya. Seseorang akan cenderung tidak peduli ketika pahlawan masa kecilnya melakukan kesalahan yang tidak bisa ditoleransi. Itu kata mereka.

Namun seseorang juga pernah memberitahuku, tidak semua kesalahan membutuhkan sebuah penghakiman ataupun hukuman. Terkadang, kita hanya perlu memaafkan. Mungkin, sebenarnya, aku tidak menutup mata. Aku hanya memberimu maaf untuk hal yang tak kaulakukan padaku. Untuk hal yang juga membuatku patah hati.

Itu sudah cukup.

Selamat ulang tahun, Rafa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s