I Won’t Give Up on ‘Us’

Tiba-tiba, kau teringat saat pertama kali melakukan pendakian.

Sudah hampir dua bulan berlalu. Mulanya, kau berpikir itu akan mudah dan seluruh persiapan yang kaulakukan sudah cukup. Bahwa fisikmu akan cukup kuat untuk melakukan pendakian yang hanya kurang dari satu jam—tempat yang kaudaki hanyalah serupa bukit.

Kau keliru.
Continue reading “I Won’t Give Up on ‘Us’”

Penuh

Kau tahu apa hal yang paling menyesakkan?

Kau sudah sering merasakannya. Berkali-kali, dan sadar benar bagaimana kau begitu membenci perasaan itu.

Benakmu terasa penuh, hingga kau sendiri kesulitan menguraikannya. Dan hatimu… hatimu yang rapuh itu begitu sesak dengan begitu banyak rasa: sedih, marah, tak peduli, serta rasa-rasa yang tak kau tahu harus menamainya dengan apa.

***

Sabtu malam kemarin, kau pergi ke bioskop demi satu film yang diadaptasi dari salah satu buku favoritmu.

Bahkan, sebelum berangkat kau sudah tahu apa yang nantinya akan terjadi. Akan ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah begitu lama kausimpan untukmu sendiri. Akan ada satu mimpi yang kembali menyeruak setelah kautepikan atas nama realitas.
Continue reading “Penuh”