Doa


taken from: knoxtrinity.org

Hai, G…

Orang bilang, semua ada waktunya tersendiri. Tapi mungkin tak semua orang benar-benar memahami maksud kalimat tersebut. Pertanyaan itu masih kerap kudengar dalam setiap pertemuan. Ibu bilang itu hanya bentuk perhatian mereka. Entahlah. Yang kutahu, itu tak sepenuhnya benar. Beberapa orang hanya ingin membandingkan dengan kehidupan yang mereka punya.

Lagi pula, bukankah kepedulian pada seseorang tak harus diungkapkan lewat sebuah pertanyaan yang tak ingin ia dengar?

Bagiku, doa sebenarnya sudah cukup. Seperti doa Ibu dan Bapak seusai shalat. Doa yang mereka panjatkan diam-diam tanpa pernah melontarkan pertanyaan yang bagiku teramat menyebalkan.

Juga, seperti doa yang kurapalkan untukmu… Untuk kita. Untuk  jarak yang tak kita tahu masih seberapa jauh. Dan untuk sebuah keyakinan bahwa ini bukan hanya sekadar tentang usia yang menua, melainkan karena semua akan benar terjadi pada waktu yang tepat. Ketika kita telah benar-benar siap.

Kelak, G, akan ada saat ketika duduk berdampingan dengan jemari saling bertautan. Lalu, kita akan berbagi cerita tentang hari-hari di antara jeda pertemuan kita yang panjang. Tentang hal-hal yang hanya ingin kuceritakan padamu. Tentang surat-surat tak terkirim  dalam sebuah kotak kayu kecil. Juga tentang harapan dan mimpi yang akan terus kita perjuangkan bersama.

Selagi jeda, akan selalu ada doa-doa yang dirapalkan dan kita akan terus memantaskan diri.

Love,

L

“Every question I ask is about you. Every step I take is toward you. When I am with you, everything is a prayer.” ~ Rumi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s