Nostalgia dan Sesuatu yang Tak Bertahan Selamanya


Sebenarnya ini bukan posting mellow seperti judul di atas. Bahkan jauh dari itu. Hehe…

Tadi pagi saya mengklik tab ‘memories’ di facebook. Hal ini tiap hari saya lakukan karena saya selalu penasaran seberapa jauh perubahan diri selama bertahun-tahun. Dan hari ini ada sesuatu yang menggelitik hati dan membawa saya pada kesimpulan seperti judul di atas. Dan percayalah, ini tidak ada hubungannya dengan hati, melainkan… sepak bola. :P

Nah ini dia status yang membuat saya tenggelam dalam nostalgia. PS. abaikan penulisan kalimat yang tidak sesuai EBI :P
Nah ini dia status yang membuat saya tenggelam dalam nostalgia. PS. abaikan penulisan kalimat yang tidak sesuai EBI :P

Hingga beberapa tahun lalu, saya pernah menjadi fan bola. Sempat terlintas dalam benak saya kala itu kalau kecintaan saya pada sepak bola tidak akan pudar. Pasalnya, saya yang sebelumnya juga pernah ‘vakum’ beberapa saat selepas lulus SMA justru kembali dengan kecintaan yang lebih besar.

Tapi… akan selalu ada kata ‘tapi’. Akhirnya kecintaan itu memudar juga. Kenapa, saya tidak tahu. Sampai sekarang saya lebih suka berpikir kalau ada prioritas dan minat lain yang bagi saya lebih penting daripada nonton bola hingga pagi. Salah satunya, saya lagi demen nonton serial TV dan memilih untuk serius untuk menulis.

Jadilah, setelah minat dan prioritas lain itu muncul, saya mulai sedikit berjarak. Intensitas nonton bola berkurang, tidak bisa fokus selama nonton, dan lain-lain.

Penanda hilangnya rasa itu semakin terasa ketika saya ikut nonton bareng Big Reds Solo sekitar tiga setengah  tahun lalu. Pertandingan kala itu Liverpool vs Spurs, dan fans LFC sedang bahagia-bahagianya karena performa klub yang menjanjikan untuk jadi juara EPL. Ketika yang lain heboh saat gol tercipta, saya cuma bisa pura-pura heboh. Tidak nyambung, dan menganggap itu adalah hal yang biasa saja. Bahkan saya sempat mulai merasa bahwa tidak semestinya berada di sana.

Satu-satunya yang membuat saya sedikit excited hanyalah ketika Mas Jan Vertonghen nongol di layar. Itu cukup bikin hati saya rusuh. Haha… Eh saya bukan fan Spurs, lho. But, it’s getting weird since some of my favorite players ended up playing for them. (btw, sekadar info tidak penting, kebanyakan pemain favorit saya adalah eks kapten Ajax Amsterdam. Termasuk yang tidak mau saya akui kalau pernah jadi fan dia).

Awalnya saya berpikir kalau ini akan sembuh ketika event Piala Dunia dan Piala Eropa digelar. Sayangnya, tidak sama sekali. Piala Dunia di Brasil 2014 lalu, saya cuma nonton match timnas Belanda dan Belgia. Itu pun tidak bisa fokus, laptop/ponsel/buku lebih menarik bagi saya. Efeknya, ketika ada gol, saya cuma bisa nonton siaran ulang. Atau ketika ada hal menarik terjadi, saya cuma bisa tahu pas komentator teriak-teriak.  EURO 2016? Oh saya tetap nonton timnas Belgia kok, tapi… lewat livescore. :P

Bukannya saya lepas 100% dari sepak bola. Sampai sekarang, saya masih mengikuti beberapa akun klub favorit di media sosial, meski jarang ditengok juga, sih. Hal sama juga berlaku untuk pemain-pemain favorit saya. Maunya, sih, saya unfollow. Tapi nggak tega, karena bagaimanapun mereka pernah jadi bagian hidup saya. *eh

Lagi pula, karena sepak bola juga saya bertemu beberapa orang yang jadi teman curhat dan mengobrol yang seru. Bahkan beberapa di antaranya menjadi teman seperjalanan yang menyenangkan.

Dan setelah membaca status enam tahun lalu itu, tiba-tiba saja saya merasakan hal sama seperti yang tertulis di sana. Kangen nonton Eredivisie lagi, karena biasanya cuma Ajax yang bisa membuat saya tahan nonton sampai kelar tanpa kehilangan fokus. Mungkin karena nggak seintens EPL, atau mungkin karena kebanyakan pemainnya brondong, eh? Tapi bisa juga memang benar kata orang,  cinta pertama tidak akan pernah mati. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s