Kaca Jendela

Dimuat di Majalah Bobo edisi 07 Tahun XLV (25 – 31 Mei 2017)

Kaca Jendela

Oleh: Leanita W.

 

“Aduh, bagaimana ini?”

Dari kejauhan Damar, Joko, Bagus, dan Wahyu memandangi lubang besar tak rata pada kaca jendela. Pecahan kacanya pastilah berserakan tak karuan.

“Kamu sih, Mar,” kata Joko.

“Lho kok aku sih? Bagus tuh, yang tidak bisa menghalau tendanganku,” Continue reading “Kaca Jendela”

Tarian Boneka

 

 

Dimuat di Majalah Bobo edisi 06 Tahun XLV (18 – 24 Mei 2017)

Tarian Boneka

Oleh: Leanita Winandari

 

Semua gara-gara hujan. Jika saja air hujan tidak menggenangi jalanan sekitar kompleks, kaki Liesel tidak akan keseleo. Pergelangan kaki Liesel akan baik-baik saja.

“Aku akan mengisi acara pentas seni!” pekik Selma girang.

Liesel ingin tampil di panggung seperti Selma. Ditonton banyak orang,dan diberi tepuk tangan meriah.

Pentas seni tahunan akan diadakan dua bulan lagi. Continue reading “Tarian Boneka”

Jam Weker Ara

Dimuat di Majalah BOBO edisi 03 Tahun XLV (27 April – 3 Mei 2017)

Jam Weker Ara

Oleh: Leanita W.

 

Kukuruyuuukk…. Petok…

Ara membuka matanya perlahan. Mukanya ditekuk, sebal. Sejak seminggu lalu, nenek tinggal bersama di rumah Ara dan turut membawa serta beberapa ekor ayam peliharaannya.

“Kenapa ayamnya harus dibawa juga sih, Ma?” tanya Ara waktu itu.

Mama tersenyum simpul. Continue reading “Jam Weker Ara”

Patung Pembawa Keberuntungan

Dimuat di Majalah BOBO edisi 01, Tahun XLV (13-19 April 2017)

 

Patung Pembawa Keberuntungan

Oleh: Leanita W.

 

Di sebuah desa kecil,  hidup seorang kakak beradik yatim-piatu bernama Mila dan Ivan. Hidup mereka sangatlah berkekurangan. Karena itu mereka bekerja keras untuk bisa makan. Mila bekerja mencuci pakaian milik tetangganya yang kaya. Dan Ivan mencari makanan di hutan.

Suatu hari, ketika Ivan hendak mencari bahan makanan, dia melihat beberapa orang mengerumuni sebuah patung di alun-alun desa. Patung itu setinggi orang dewasa. Dipahat dari sebuah batu oleh seorang seniman di desa mereka. Continue reading “Patung Pembawa Keberuntungan”

Anggrek Kesayangan Nenek

Dimuat di Bobo edisi 48, 9 Maret 2017

Anggrek Kesayangan Nenek

Oleh: Leanita Winandari

 

Bagi Nadya, bunga anggrek merpati milik Nenek yang bergerumbul pada dahan pohon rambutan itu sama sekali tidak menarik.

Anggrek merpati itu dibawa Nenek ketika pindah ke rumah mereka tiga bulan lalu. Mulanya Nadya gembira ketika Nenek membawa bunga anggrek. Ia membayangkan bunga anggrek cantik seperti anggrek bulan.

‘Yang ini bunganya juga tidak kalah cantik dengan anggrek-anggrek yang lain. Bentuknya seperti merpati,’ Nenek menjelaskan sembari mengikat keiki atau anakan anggrek pada dahan pohon rambutan. Continue reading “Anggrek Kesayangan Nenek”